Sat. Dec 10th, 2022

sumber : www.bundapedia.com

Permasalahan antar menantu dan mertua sering kali memikat buat dibicarakan. Untuk pasangan yang barusan menikah dan tinggal di dalam rumah sendiri ialah satu kebahagiaan. Walau belum mempunyai rumah sendiri, terkadang pasangan baru cenderung pilih kontrak supaya tempuh hidup anyarnya makin berasa. Namun, ada pula yang memutuskan untuk tinggal dengan mertua karena argumen tertentu.

 

Sebenarnya nggak ada permasalahan sich, sesudah menikah ingin kontrak sendiri tahu masih ingin turut mertua. Semua tentu saja telah dibahas pasangan. Tetapi, saat memilih untuk tinggal di dalam rumah orangtua, baik itu orangtua wanita atau lelaki, umumnya akan ada hati canggung yang dirasakan oleh menantu. Kemungkinan cuma mereka yang tinggal satu atap dengan mertua yang dapat merasainya.

 

Nah…buat para menantu (baik menantu lelaki atau wanita) yang tinggal satu atap dengan mertua, karena itu beberapa hal berikut tentunya akan dirasakan!

 

1.Merasakan tidur yang kurang pulas. Karena sangat kurang pulasnya sampai takut bangun kesiangan dan ketinggalan sama mertua

 

Kadang seorang menantu yang tinggal di dalam rumah mertua akan alami persoalan dalam tidur. Jika tidur kecepetan rasanya aneh, gantian sulit tidur dan tidak pulas takut jika kelewatan tidur justru bangun kesiangan. Hmm..apa lagi jika mertua sudah bangun lebih dulu, rasanya jadi canggung.

 

2.Kalau mertua kembali masak, ingin bantuin takut tidak tepat. Gantian diolahin justru tidak dikonsumsi. Ucapnya bukan menu tulang punggung keluarga, duh…

 

Tinggal sama mertua memang serba berhati-hati sekali. Maunya sich, bantuin masak dan membersihkan perlengkapan yang digunakan sesudah masak. Eh..justru sudah diolahin dan semua alat telah dicuci sama ibu mertua. Jika diolahin, justru terkadang tidak dikonsumsi karena berbeda hasrat menu.

 

3.Merasa nggak nikmat sekali jika anak kembali rewel. Sang kecil nangis terus justru disebut tidak dapat momong

 

Adalah hal yang lumrah jika anak-anak tentu ada jam-jam rewelnya. Tetapi, sehubungan tinggal sama mertua jadi tidak nikmat. Belum juga jika kelak dikatain, “bagaimana periode nenangin anak yang nangis saja tidak dapat”, yang ada justru sakit hati. Memang harus sabar jika tinggal di dalam rumah mertua.

 

4.Mertua selalu ikut serta hal mendidik anak. Tujuannya sich, sang ibu mertua ingin ngajarain langkah didik anak, tetapi yang ada justru sang kecil disabotase dengan didik beliau

 

Mertua suka ikut campur dalam mendidik anak karena ingin pastikan cucunya dididik secara baik. Tetapi, ini sering jadi perselisihan di antara mertua dan menantu. Mam dan Dads tentunya punyai langkah didik sendiri untuk sang kecil. Walau sebenarnya, langkah didik orang jaman dahulu berlainan dengan jaman sekarang ini. Tetapi, ya..demikianlah, tujuan mertua baik sich..

 

5.Ada rasa ingin ngontrak sendiri tetapi tidak nikmat ingin ngomong ke suami. Nanti, dapat disangka tidak suka atau ingin menghindari dari mertua

 

Kadang terlampau jaga hati suami hingga tidak nikmat jika ingin ngomong yang sebetulnya. Bahkan juga terkadang suami tidak tahu jika ada perselisihan batin di antara istri dan ibunya. Semua dirahasiakan untuk kebaikan bersama.

 

6.Waktu untuk santai-santai rasanya nyaris tidak ada walau semua tugas rumah kelar dan anak telah lelap

 

Moms dan Dads terkadang perlu “me time” sesaat dari kegiatan rutin. Misalkan saja ngegame dan scroll-scroll sosial media untuk selingan. Tetapi, sering dipandang cuman menghabiskan waktu oleh mertua. Beliau terkadang justru nyeletuk, “justru repot sama smartphone sendiri bukanlah mengurus anak”. Walau sebenarnya sang kecil kembali nyenyak dan ingin me time sesaat.

 

Tinggal di rumah mertua memang enak-enak tidak nikmat sich. Nikmatnya ya tinggal menumpang saja, tidak nikmatnya, sehubungan menumpang ya tentu ada-ada saja beberapa hal yang memacu perselisihan. Itu hal yang sering dirasa menantu yang tinggal satu atap dengan mertua.

By Drajad