Tue. Nov 29th, 2022

Kalibrasi sendiri merupakan sebuah cara untuk mempertahankan keakuratan dan ketelitian berasal dari sebuah timbangan. Kalibrasi berasal dari sebuah timbangan analitik harus ditunaikan secara terus-menerus berasal dari selagi ke waktu. Hal ini gara-gara banyak sekali segi yang dapat mempengaruhi kegunaan sebuah timbangan analitik.

Salah satu segi yang mempengaruhi kegunaan timbangan analitik adalah keadaan lingkungan. Piringan timbangan analitik yang peka dan peka, dapat bersama dengan ringan tergoda oleh keadaan di kurang lebih lingkungannya. Keadaan di lingkungan ini dapat terdiri berasal dari tekanan angin, suhu ruangan, udara hasil pernapasan, sampai tingkat kemiringan alas daerah selagi tempatkan timbangan.

Oleh gara-gara banyaknya hal yang dapat mempengaruhi kerja sebuah timbangan analitik, maka harus ditunaikan kalibrasi agar timbangan selamanya dapat mengukur bersama dengan akurat dan tepat. Kalibrasi merupakan proses yang ditunaikan bersama dengan memperbandingkan timbangan bersama dengan timbangan lain, yaitu anak timbangan standar yang mempunyai sertifikat SI.

Bagaimana Langkah untuk Melakukan Kalibrasi Timbangan Analitik?

Pertama-tama, timbangan dapat diletakkan terhadap sebuah alas yang datar. Hindari tempatkan timbangan analitik terhadap bidang yang miring dan tidak datar, gara-gara hal ini dapat mempengaruhi akurasi perhitungan timbangan. Setelah itu, aturlah waterpass timbangan sampai memiliki posisi seimbang.

Hal selanjutnya yang harus ditunaikan adalah menanti selama 30 menit sesudah menghimpit tombol on. Timbangan dibiarkan selama 30 menit agar dapat pemanasan terutama dahulu sebelum akan ditunaikan kalibrasi. Selama menanti selama 30 menit, siapkan anak timbangan standar yang bersertifikat SI.

Setelah 30 menit, mulailah melaksanakan penimbangan terhadap anak timbangan yang udah dipersiapkan. Penimbangan ditunaikan mulai berasal dari anak timbangan yang bermasa paling kecil. Catatlah hasil berasal dari menimbang anak timbangan selanjutnya terhadap tabel pengamatan. Setelah dicatat, angkatlah anak timbangan dan nol-kan timbangan terutama dahulu. Setelah itu, melaksanakan hal yang sama bersama dengan anak timbangan lainnya. Penimbangan ditunaikan sampai tiga kali pengulangan untuk masing-masing anak timbangan. Langkah yang sama dapat ditunaikan untuk mengukur anak timbangan yang lainnya. Setelah menimbang semua anak timbangan, maka dapat menghitung rata-rata timbangan terhadap tiap tiap anak timbangan.

 

Adapula lebih dari satu toleransi perbedaan hasil yang diterima, sebagai berikut:

Anak timbangan yang memiliki bobot 1-5 mg ± 0,014 mg

Anak timbangan yang memiliki bobot 100-500 mg ± 0,025 mg

Anak timbangan yang memiliki bobot 1-5 g ± 0,054 mg

 

Demikianlah segala hal yang harus kamu ketahui tentang kalibrasi timbangan analitik. Semoga dapat diterapkan sendiri di tempat tinggal atau laboratorium, agar hasil pengukuran timbangan analitik dapat lebih akurat dan pas lagi!

By Drajad