Sun. Oct 2nd, 2022

Jakarta News – Hello there sobat kostan,

Penikmat mie instan bisa dibilang lebih banyak anak kost dibandingkan dengan masyarakat yang lain, maklum saja harganya yang murah, penyajiannya yang straightforward hingga rasanya yang cukup nikmat membuat para penggemar mie instan cukup banyak di seluruh dunia.

Tapi isu yang berhembus kalau mie instan akan naik harganya 3x lipat, tentu ini akan meneror kantong anak kos yang selama ini menjadi pengabdi mie instan. 

Jadi harga gandum akan dipastikan tidak akan naik secara menggila, kalau stoknya ada dan cukup. Hal ini juga di aminkan oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang atau yang karib disapa Franky, bahwa harga mie instan tidak akan naik secara drastis.

Tapi andaikata harganya tetap naik sebesar 3x lipat, maka apa penggantinya dengan harga yang sama?

Saat ini mie moment berada di harga Rp 3.000 perbungkusnya, bila naik 3x lipat maka harus mengeluarkan kocek Rp 9.000 – Rp 12.000 untuk sebungkus mie instan.

Pengganti mie instan di harga Rp 3.000 akan sulit, withering lauk yang dibeli di warteg dengan harga per lauk sekitar Rp 5.000. Mungkin mie instan hanya bisa digantikan dengan gorengan yang harganya Rp 3.000 dapat 2 atau 3 gorengan, namun harga tepung yang naik maka harga gorengan juga bisa kena imbasnya.

Tapi kalau harga mie naik menjadi Rp 9.000, otomatis banyak pengganti makanan yang dapat kamu beli dibandingkan mie moment.

Ada ayam goreng kriuk seharga Rp 8.000an, atau Nasi Padang paket Rp 10.000, bisa saja kamu beralih makan di warteg, kalau mau berbeda bisa makan pecel ati ampela, gado, atau ketoprak.

Tentunya banyak pilihan makanan kalau harga mie instan naik, dan pastinya para produsen mie tidak mau kalau jualannya tidak laku. Maka secara hitungan ekonomis, mereka tidak akan berani menaikkan harga untuk naik 2x lipat saja akan berfikir secara panjang. Apalagi hingga 3x lipat, akan banyak menu lain yang lebih sehat dan menarik untuk dikonsumsi.

Tapi, kenapa kita tidak membuka lahan gandum di Indonesia? Apakah lebih nikmat import dibandingkan produksi sendiri! Ada yang bisa kasih data, kenapa tidak produksi gandum atau kedelai yang banyak di Indonesia. Tapi lebih memilih menjadi ladang sawit?

Terima kasih yang sudah membaca string ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga string ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next string.