Wed. Aug 10th, 2022

 

Seperti biasa, sebelum meluncurkan produk terbarunya, Huawei mengajak wartawan untuk mempelajari teknologi di balik perangkat tersebut. Kali ini mereka akan meluncurkan dua laptop terbarunya yaitu Huawei MateBook 14s dan MateBook 14. Kedua laptop tipis dan ringan tersebut nantinya akan dibawa ke Indonesia dan akan diluncurkan dalam waktu dekat. Bagaimana dengan dua laptop?

“Huawei memahami bahwa orang-orang saat ini membutuhkan mitra serbaguna untuk mendukung produktivitas. Terutama untuk pekerja profesional dengan banyak mobilitas dan pekerjaan. Visi Huawei dalam bisnis laptop adalah membangun produk tepercaya dengan kualitas dan inovasi tinggi Kami senang meluncurkan Huawei MateBook 14s dan 14 ke pasar Indonesia pada bulan Desember tahun ini. Kami berharap keberadaan produk ini akan memberikan pengalaman yang lebih unggul dan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk meningkatkan produktivitas mereka,” kata Partick Ru, Head of Huawei CBG Indonesia.

Kedua laptop ini memiliki desain yang tipis dan ringan, hanya berukuran 16.7mm dan berat hanya 1,43kg. Layar dengan resolusi 2.5K (2520 x 1680) dan rasio aspek 3:2 menggunakan kecepatan refresh 90 Hz, 1,07 miliar warna, dan gamut warna 100% sRGB. Resolusi layar Matebook 14 adalah 2K. Untuk kenyamanan mata, Huawei juga telah menyematkan fitur hardware low blue light yang akan menampilkan full color dibandingkan solusi software.

Baca Juga : Rekomendasi Laptop Untuk Kerja

Untuk Matebook 14s, Huawei menggunakan prosesor hingga Core i7 11370H. Untuk varian teratas, Huawei juga membekalinya dengan sertifikasi EVO dari Intel. Huawei juga memiliki mode kinerja yang meningkatkan TDP menjadi 45 watt, membuat laptop ini lebih cepat dari mode normal. Untuk itu, Huawei juga telah menggunakan pendingin tipe baru dengan kipas sirip hiu yang memiliki 79 baling-baling.

Dengan ukurannya yang tipis dan ringan, Huawei MateBook 14s juga dilengkapi dengan beberapa interface yang cukup lengkap. Tentu saja, dengan Intel Core Generasi ke-11, port USB-C dengan mesin Thunderbolt 4 sudah tersedia. Laptop ini juga memiliki 4 speaker, termasuk 2 woofer dan 2 tweeter. Selain itu, laptop dengan AI noise reduction ini juga dilengkapi dengan 4 mikrofon.

Baterai yang terpasang berkapasitas 60 WHr, yang diklaim Huawei akan membuat MateBook 14s bertahan lebih lama. Laptop ini dapat digunakan hingga 11 jam kerja dan hingga 13 jam menonton video 1080p. Untuk mengisi baterai, Huawei dapat menggunakannya selama 15 menit 3 jam menggunakan pengisi daya 65 watt melalui port USB-C. Pengisi daya juga dapat digunakan dengan beberapa smartphone dan tablet Huawei.

Kedua laptop tersebut akan diluncurkan pada 8 Desember 2021 nanti. Pre-order tersedia mulai 8-17 Desember 2021. Harganya tentu saja akan menunggu hingga perangkat diluncurkan.

Sertifikasi EVO hanya untuk Core i7

MateBook 14s yang dirilis Huawei menggunakan prosesor mulai dari Core i3, i5 hingga Core i7. Namun sayangnya, sertifikasi EVO hanya bisa didapatkan pada versi tertinggi yaitu versi dengan Core i7. Padahal, jika melihat kebutuhan Intel, perangkat dengan Intel Core i5 seharusnya bisa mendapatkan standarisasi juga. apa alasannya?

Baca Juga : Rekomendasi Laptop Harga 7 Jutaan

Edy Supartono, Training Director Huawei CBG Indonesia, mengatakan sertifikasi EVO ditujukan untuk laptop kelas atas. Tim R&D Huawei sendiri mengatakan bahwa kinerja high-end itu sendiri tidak hanya datang dari laptop, tetapi juga dari sisi prosesor. Oleh karena itu, Huawei hanya memberikan sertifikasi EVO untuk seri tertinggi Huawei MateBook 14, yaitu model dengan Core i7.

Kamera bergerak dari keyboard ke bagian atas layar. Mengapa?

Fitur utama laptop Huawei saat ini adalah penempatan kamera di keyboard. Hal ini tentu membuatnya berbeda dengan laptop lainnya. Namun, pada MateBook 14s dan 14, kamera telah dipindahkan ke bagian atas layar, seperti pada laptop biasa. Apa alasan ikon ponsel Huawei?

Edy mengatakan yang terpenting adalah menjaga komitmen Huawei untuk memenuhi kebutuhan konsumen Huawei. Konon, jika ikon tersebut tidak memenuhi kebutuhan konsumen Huawei, berarti itu bukan teknologi yang andal. Huawei sendiri ingin menjadi merek yang terpercaya dan juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Ini juga menyebabkan kamera berpindah dari keyboard ke bezel atas.