Tips Menjaga Anak Secara Digital Ala Google

Pada dasarnya, internet diciptakan untuk memudahkan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini, internet berperan besar dalam mengubah gaya hidup setiap orang yang menggunakannya terutama untuk urusan mencari informasi terbaru. Akan tetapi, di balik kemudahan dalam mendapatkan beragam informasi melalui internet, ada sisi bahaya yang menyerang para penggunanya terutama anak-anak dengan Cara mengecek kuota Telkomsel.

Bagi para orang dewasa, memfilter semua informasi yang ada di internet merupakan hal mudah. Sedangkan bagi anak-anak, tentu hal tersebut butuh perhatian lebih dalam memahaminya. Oleh karena itu, sebagai bentuk perayaan atas Hari Internet Aman Dunia, Google Indonesia mengadakan kampanye dengan tagline #TangkasBerinternet yang menghimbau keamanan menjelajah internet bagi anak-anak.

Hal ini terutama di masa pandemi yang membuat anak-anak banyak menghabiskan waktu mereka di rumah saja dengan mengakses pembelajaran secara online. Adapun kampanye ini membagikan beberapa tips bagi orangtua untuk membuat anak-anak tetap merasa nyaman dan aman saat mengakses internet. Yuk, simak penjelasannya dari koinx.id.

Mengajarkan Anak-Anak Tentang Pentingnya Menjaga Data Privasi

Data privasi yang dibagikan melalui internet tentu harus dijaga keamanannya secara baik dan tepat. Oleh karena itu, Google menghimbau bagi para orang dewasa untuk mengajarkan betapa pentingnya menjaga data privasi dengan membuat kata sandi yang kuat dan sulit ditebak. Jika orang dewasa saja dapat tertipu, tentu anak-anak juga mudah untuk tertipu.

Hindari untuk membuat kata sandi berdasarkan nama, tanggal lahir, hingga karakter kartun favorit. Selain itu, penting mengakses suatu platform dalam membuat akun yang aman dan tepercaya. Salah satu platform yang dimaksud adalah Gmail dengan fitur pengaman pada email sehingga mampu mendeteksi email spam.

Mengajarkan Anak-Anak untuk Mengetahui Siapa yang Tengah Berbicara dengan Mereka

Obrolan melalui internet sangat rentan dengan manipulasi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya akun-akun anonim yang identitasnya tidak dapat diketahui. Misalnya saja akun-akun di dunia game yang membuat anak-anak bisa berkomunikasi dengan mereka, namun identitasnya tidak dapat diketahui sehingga sangat berisiko bagi anak-anak.

Kamu dapat menjelaskan beberapa batasan dalam mengobrol bagi anak-anak yang mengobrol dengan orang yang mereka tidak kenali. Hal ini untuk mencegah mitigasi akan hal-hal buruk pada obrolan tersebut. Berikan himbauan kepada anak untuk segera memberitahu orang tua ketika terjadi situasi online yang tidak nyaman. Selain itu, orang tua juga perlu mengkurasi game-game yang memiliki konten pantas bagi anak.

Memastikan Semua Konten yang Dikonsumsi Anak Sudah Sesuai Usianya

Berdasarkan survei Google, kebanyakan orang tua masih belum menggunakan fitur-fitur yang ada untuk menjamin keamanan dalam berinternet. Ada baiknya bagi orangtua untuk memahami beberapa fitur keamanan yang telah disediakan Google, di antaranya:

SafeSearch yang digunakan untuk menyaring berbagai konten eksplisit di hasil penelusuran meliputi gambar, video, hingga situs-situs tertentu yang tidak baik bagi anak.
Family Link digunakan untuk memantau suatu gadget yang meliputi berapa lama anak menatap layar atau memblokir hal-hal yang tidak pantas untuk diakses oleh anak-anak. Dengan begitu, kamu bisa membatasi penggunaan internet secara lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
YouTube Kids adalah aplikasi YouTube yang diperuntukkan bagi anak-anak. Di mana, konten di dalamnya sudah bisa dipastikan sesuai dengan usia anak-anak sehingga keamanannya tetap terjaga.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas utama bagi para orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka dalam mengakses internet. Mengingat, keutamaan internet yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, namun butuh pendampingan yang tepat saat digunakan oleh anak-anak. Dengan begitu, anak-anak bisa terus belajar, berkreasi, dan menambah banyak pengetahuan melalui internet secara aman.